Tampilkan postingan dengan label Peluang Usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peluang Usaha. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 April 2013

Ternak Semut Rang Rang (Kroto) dengan Media Bambu


Dari sekian banyak kesalahan yang selalu kita lakukan sehari hari, pasti ada kebaikan yang menyelip di hati kita,semut rangrang merupakan mahluk hidup yang kadang sering mengganggu kita,tetapi sangat banyak sekali keuntungannya bagi kita, semut rangrang merupakan predator penyakit tumbuhan,seperti ulat bulu yang sekarang sekarang ini banyak sekali di perbincangkan di tv tv,dan bahkan keganasan ulat bulu sekarang ini merupakan hal yang sangat serius yang perlu kita pahami bersama.

Dengan semakin sedikitnya predator ulat bulu semakin gampangnya ulat bulu berkembang,jadi sekarang ini mulailah kita sadar terhadaplingkungan kita.dengan kita sadar membudidayakan semut rangrang ini mungkin kita bisa sedikit mengurangi penyakit tanaman pada tumbuhan yang kita pelihara,semut rangrang ini bisa dibudidayakan,secara tradisional maupun secara intensip.Budidaya semut rangrangsecara tradisional bisa kita kembangkan dengan memindahkan segerombolan atau sarang dari pohon yang satu kepohon yang lainya. dalam budidaya semut rangrang secara intensif saya terobsesi ketika ingat pengalaman saya ketika waktu kecil, sekitar beberapa th yang lalu, aku sering bermain dengan semut rangrang dan waktu itu saya memasukan segerombolan semut rangrang pada tabung bambu, dan tabung bambu itu saya taro pada pohon kering yang berada di tengah tengah kolam,dan anehnya itu tabung bambu jadi juga dibikin sarang itu oleh semut'',mungkin dikarnakan di pohon itu tidak ada daun untuk dijadikan sarang jadi semut nyarang di dalam tabung bambu itu''.dan saya coba membudidayakan semut rangrang di dalam potongan bambu,dan alhamdulillah sedikit demi sedikit mau juga semut bersarang.

Cara pembuatan :
sediakan potongan potongan bambu kurang lebih 40 cm (sesuai keinginan) 10 biji (semakin banyak potongan bambu semakin banyak penghasilan seroto dan bibit),kayu papan untuk talenan bambu dan papan untuk bertengger itu semut,dan kita bikin tatakan untuk nyimpan itu bambu di kolam,kita bikin di kolam supaya semut tidak kabur,dan tidak diganggu oleh semut beda jenis.nah setelah itu kita taro papan pada tatakan yang sudah kita bikin dan taro itu bambu diatas papan itu....,setelah itu kita mindahin bibit segerombolan semut rang rang bersama ratu ratunya taro di atas bambu,papan atau langsung kita masukan kedalam tabung bambunya supaya lebih cepat bersarang (tiap sarang pasti memiliki ratu), mudah-mudahan itu semut nyarang didalam bambu.jangan lupa kasih makanan secukupnya,tulang tulang hewan,bangkai apa aja serangga juga mau,sekali kali kasih air gula karena semua semut sangat membutuhkan rasa manis. 
sumber :
http://budidayanews.blogspot.com

Rabu, 06 Maret 2013

Peluang Usaha Budidaya Jamur Kancing


Jamur kancing (Agaricus bisporus) yang biasa disebut juga dengan jamur champignon atau button mushroom ciri khas bentuknya menyerupai kancing baju yakni bulat dengan warna putih, coklat atau krem. Harga jamur kancing di pasaran terbilang cukup mahal sesuai dengan rasanya yang nikmat luar biasa mirip seperti rasa daging sapi membuat jamur kancing sangat potensial untuk di budidayakan.


Ukuran jamur kancing adalah dua sampai empat senti meter namun bisa sudah mekar dewasa ukurannya mencapai dua puluh senti meter. Jamur kancing adalah jamur yang tergolong paling banyak di budidayakan di seluruh dunia sebab jamur ini banyak sekali peminatnya dan pemasarannya juga mudah.

Cara budidaya

Persiapan bibit
Jika anda berniat menjalankan bisnis budidaya jamur ukuran skala kecil, maka sebaiknya pilih bibit jamur F3 yang dapat langsung ditebar pada media tanam dan dibudidayakan hingga masa panen tiba.

Teknik Budidaya Jamur
Pada umumnya teknik budidaya jamur kancing memiliki tahapan yang hampir sama dengan cara budidaya jamur merang. Tahapan-tahapan tersebut antara lain sebagai berikut :

Tahapan pertama yang perlu dilakukan adalah menyiapkan media tanam. Untuk pembudidayaan jamur kancing, media tanam yang digunakan terbuat dari campuran jerami padi (100%), kapur pertanian (2,5%), bekatul (3%), dan ditambahkan urea (9%), ZA (1%), dan TSP (1,2%).

Tahapan kedua yaitu proses pengomposan. Caranya dengan memotong jerami padi dengan ukuran 10-15 cm, dicuci hingga bersih dan ditiriskan sampai kelembapannya 65%. Selanjutnya tumpuk jerami dengan ukuran 10-15 cm dan tambahkan media lain berupa bekatul dan kapur diatasnya. Susun lapisan media tersebut berselang-seling antara jerami padi dengan campuran bekatul dan kapur. Pada hari berikutnya lakukan pembalikan, agar campuran media merata dan tambahkan urea sebanyak 0,9% (bila kurang lembab bisa ditambahkan air). Pada hari ke enam media ditambahkan dengan ZA 1%, dan diaduk-aduk agar semuanya merata. Sedangkan pada hari ke sepuluh, tambahkan TSP sebanyak 1,2% lalu aduk-aduk dan diamkan selama 12-17 hari.

Selanjutnya adalah tahapan sterilisasi media tanam. Proses sterilisasi dilakukan dengan cara meletakan media tanam (yang telah dikompos) secara merata di atas rak-rak tanam yang disiapkan di ruang kumbung jamur (baca selengkapnya : cara membuat kumbung jamur), dengan ketebalan media tanam sekitar 15-20 cm. Kemudian alirkan uap panas dari perebusan air di pembangkit uap hingga suhu ruang kumbung mencapai 60°-65°C, pertahankan suhu tersebut selama 12 jam. Apabila suhunya telah mencapai 65°-75°C maka bukalah ventilasi ruangan agar suhunya kembali turun menjadi 40°-45°C. Usahakan untuk menjaga kestabilan suhu di ruang kumbung pada kisaran 40°-45°C selama kurang lebih 70 jam.

Tahapan berikutnya yakni penanaman bibit jamur. Setelah suhu ruangan turun menjadi 32°C, maka bibit jamur kancing sudah bisa ditanam. Untuk rak budidaya jamur dengan ukuran 3 m x 1 m, biasanya dibutuhkan sekitar 10-14 botol bibit jamur dengan isi 220 cc. Untuk tahapan ini dibutuhkan suhu ruangan ideal berkisar 28,8°-30° C pada daerah dataran tinggi, dan suhu 24,4°-26,6° C pada dataran rendah. Dengan tingkat kelembapan mencapai 90-100% maka bibit jamur kancing akan menunjukan pertumbuhan miseliumnya pada usia 12-14 hari.

Proses selanjutnya yaitu casing atau pelapisan tanah setebal 3-5 cm di atas media tanam yang telah ditumbuhi miselium. Tanah yang digunakan sebagai casing harus tanah cokelat serta berpori, selain itu pH tanah sekitar 6,2-8, dan yang paling penting terbebas dari hama ataupun penyakit. Sebelum tanah digunakan, sterilisasikan terlebih dahulu dengan uap panas pada suhu 70°C selama 2-4 jam dengan ditambahkan 2 liter formalin sebanyak 40% per m3 tanah.

Setelah 9-14 hari setelah masa casing dilakukan, biasanya tubuh buah mulai muncul. Untuk itu, bukalah ventilasi pada rumah kumbung jamur agar proses pertumbuhan jamur kancing bisa lebih cepat (biasanya tiga hari kemudian jamur sudah bisa dipanen).

Nah itulah sekilas tentang budidaya jamur kancing. Anda berminat untuk membudidayakannya ? Silahkan di coba.

Jumat, 01 Maret 2013

Peluang Usaha Budidaya Tanaman Rosella


Semakin populernya rosella sebagai alternatif pengobatan herbal yang terjangkau berimbas pada meningkatnya keubutuhan pasar terhadap tanaman berwarna cerah ini. Rosella memang kian digemari mengingat khasiatnya yang beragam untuk kesehatan. Produk herbal rosella terbilang laris, hal ini berbanding lurus dengan permintaan pasar. Jika Anda sedang mencari peluang bisnis, mungkin budidaya tanaman rosella bisa Anda geluti.

Langkah Membudidayakan Rosella

Rosella atau dalam istilah Latin dikenal dengan nama Hibiscus Sabdariffa L, tergolong tanaman yang mudah untuk tumbuh. Perawatannya juga tidak rumit dibandingkan tanaman lainnya. Jika Anda berniat membudidayakan rosella pada lahan tanah yang luas, maka pastikan tempat tersebut memiliki sistem pengairan serta akses sinar matahari yang baik.

Langkah pertama budidaya tanaman rosella dimulai dengan pemilihan bibit yang unggul. Untuk mengetahui kualitas bibit, sebelum disemai pada lahan, rendamlah bibit dalam wadah berisi air dengan jangka waktu 24 jam. Setelah itu, pilihlah bibit yang tenggelam di dasar wadah dan memiliki bentuk bulatan yang sempurna. Selanjutnya, Anda tinggal menyemai bibit di lahan yang telah Anda sediakan.

Setelah penanaman bibit selesai, selanjutnya Anda cukup merawat selayaknya tanaman lainnya. Pemupukan rosella dimulai sebelum bibitnya disemai. Lahan yang belum ditanami rosella harus dalam keadaan subur dan gembur. Untuk mendapatkan jenis tanah ini, Anda bisa menggunakan pupuk kandang. Pemupukan selanjutnya adalah pada saat tanaman rosella berumur 3 minggu serta pada usia 7 sampai 8 minggu. Pupuk yang biasanya digunakan adalah urea.

Varian Tanaman Rosella

Sebelum Anda memutuskan menanam rosella, perlu juga diketahui bahwa perawatan serta perlakuan terhadap tanaman rosella tidaklah sama. Misalnya varian rosella dengan bunga berwarna merah cenderung menyukai lahan yang ditumbuhi rerumputan. Pertumbuhannya optimal jika dibarengi tanaman lainnya. Lain halnya dengan jenis bunga rosella ungu. Varian ini tak bisa tumbuh dan berkembang optimal jika ada tanaman lain seperti rumput yang tumbuh di dekat batangnya.

Kalkulasi Keuntungan

Budidaya tanaman rosella oleh berbagai pihak dianggap jauh lebih menguntungkan dibandingkan tanaman sayur. Tanaman rosella sudah bisa dipanen antara 3 sampai 4 bulan dari masa semainya. Untuk setiap satu hektar lahan, dalam kondisi normal, bisa menghasilkan 2 hingga 3 ton bunga rosella yang masih dalam keadaan segar (berat sebelum pengeringan). Untuk harga sendiri, berkisar antara Rp.50.000 sampai Rp.100.000 per kilogram rosella dalam keadaan kering. Harga di pasaran ini ikut dipengaruhi mutu dari hasil panen.

Secara umum, budidaya tanaman rosella cukup menguntungkan. Terlebih pemeliharannya tidak membutuhkan keahliaan yang khusus. Peluang bisnis ini telah banyak dimanfaatkan oleh petani. Namun mengingat kebutuhan rosella yang terus meningkat di pasaran, agaknya peluang Anda untuk ikut terjun dalam bisnis rosella masih terbuka lebar.

Minggu, 03 Februari 2013

Contoh Peluang Investasi Budidaya Bunga Krisan


Tanaman hias krisan merupakan bunga potong yang penting di dunia. Prospek budidaya krisan sebagai bunga potong sangat cerah, karena pasar potensial yang dapat berdaya serap tinggi sudah ada. Diantara pasar potensial tersebut adalah Jerman, Inggris, Swiss, Italia, Austria, Amerika Serikat, Swedia dan sebagainya.

Saat ini krisan termasuk bunga yang paling populer di Indonesia karena memiliki keunggulan, yaitu bunganya kaya warna dan tahan lama. Bunga krisan terdiri atas sedikitnya 55 varietas, antara lain Pink Paso Dobel, Reagan, Salmon Impala, Klondike, Gold van Langen, Ellen van Langen, Yellow Puma dan Peach Fiji. Warnanya pun cukup beragam, yaitu merah tua, kuning, hijau, putih, campuran merah putih dan lainnya. Bunga elok itu kesegarannya dapat bertahan tidak layu di vas bunga hingga dua minggu sesudah dipetik.

“Jumlah varietas krisan memang banyak. Tapi, kami tidak menanam kesemuanya, kecuali hanya sekitar 11 jenis. Jenis-jenis itu kami pilih karena permintaan pasar lokal yang memang menyukainya. Dari kesebelas jenis itu, krisan berwarna kuning dan hijau yang paling banyak dicari. Persentasenya mencapai 90 persen, sementara sisanya memilih warna-warna lain,” ungkap Hantoko, pemilik kebun krisan asal Kecamatan Tutur Nongkojajar, Pasuruan, Jawa Timur.

Alhasil, peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan, guna memenuhi kebutuhan dalam maupun luar negeri agaknya tetap terbuka. Seiring permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat, maka peluang agribisnis tanaman ini sangat menarik dikembangkan sebagai lahan investasi.

Bila ingin mengembangkan budidaya bunga potong krisan, ada baiknya memahami betul tentang bunga ini, karena pemeliharaannya tergolong gampang-gampang susah. Menurut Hantoko, sebelum memutuskan membuka lahan untuk pembudidayaan krisan pada 2001 silam, ia lebih dulu mempelajari pola tanam hingga pemasaran ke berbagai daerah, bahkan hingga ke Bogor, Jawa Barat.

Ia sadar, membudidayakan krisan tidak segampang apel, agribisnis yang selama ini menjadi andalannya. Krisan, menurutnya, aslinya berasal dari luar negeri, tepatnya dari Belanda. Karena itu, tidak mudah membudidayakannya di sini, kecuali memenuhi persyaratan khusus, agar pengelolaannya tidak susah, dan bisa didapat hasil yang memuaskan.

Syarat-syarat tersebut diantaranya; bunga krisan sangat cocok ditanam pada lahan dengan ketinggian antara 700-1200 di atas permukaan laut (dpl). Namun, meski tanaman krisan membutuhkan air yang memadai, tetapi tidak tahan terhadap terpaan air hujan. Oleh karena itu, untuk daerah yang curah hujannya tinggi, penanaman dilakukan di dalam bangunan rumah plastik. Sedangkan untuk pembungaan membutuhkan cahaya yang lebih lama yaitu dengan bantuan cahaya dari lampu TL dan lampu pijar. Penambahan penyinaran yang paling baik adalah tengah malam antara jam 22.30–01.00 dengan lampu 150 watt untuk areal 9 meter persegi, dan lampu dipasang setinggi 1,5 meter dari permukaan tanah. Periode pemasangan lampu dilakukan sampai fase vegetatif (2-8 minggu) untuk mendorong pembentukan bunga.

Selain itu, suhu udara harus diatur sedemikian rupa. Suhu udara terbaik untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah antara 20-26 derajat selsius. Toleran suhu udara untuk tetap tumbuh adalah 17-30 derajat selsius. Dan, tanaman krisan membutuhkan kelembaban yang tinggi untuk awal pembentukan akar bibit, setek diperlukan 90-95 persen. Tanaman muda sampai dewasa antara 70-80 persen, diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai. Sementara kadar CO2 di alam sekitar 3000 ppm. Kadar CO2 yang ideal untuk memacu fotosistesa antara 600-900 ppm. Pada pembudidayaan tanaman krisan dalam bangunan tertutup, seperti rumah plastik, greenhouse, dapat ditambahkan CO2, hingga mencapai kadar yang dianjurkan.

Ketika musim panen tiba, juga dibutuhkan ketelitian dalam memanennya. Tanaman krisan mulai berbunga pada umur 10–14 minggu setelah tanam, tergantung pada varietas atau kultivar. Hantoko menyebut, tanaman krisan siap dipanen setelah berumur tiga bulan. Saat panen yang paling tepat untuk krisan standar adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3-4 hari sebelum mekar penuh. Krisan tipe sprai dapat dipanen bila 75-80 persen dari seluruh kuntum bunga dalam satu tangkai telah mekar penuh.

Waktu panen yang paling baik adalah pagi hari saat temperatur udara tidak terlalu tinggi dan saat bunga krisan berturgor optimum. Hal yang penting diperhatikan dalam penentuan waktu panen adalah keadaan bunga tidak basah atau berembun atau sebab lain. Bunga yang basah akan mudah terserang cendawan penyebab penyakit busuk.

Pemanenan bunga krisan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dipotong tangkainya atau dicabut seluruh tanamannya. Setelah itu, dipisahkan tangkai bunga berdasarkan tipe bunga, warna dan varietasnya. Lalu dibersihkan dari daun-daun kering atau terserang hama, dan daun-daun tua pada pangkal tangkai dibuang.

Kriteria utama bunga potong meliputi penampilan yang baik, menarik, sehat atau bebas hama dan penyakit. Kriteria ini dibedakan menjadi 3 kelas yaitu: kelas satu untuk konsumen di hotel dan florist besar. Untuk kelas ini, panjang tangkai bunga lebih dari 70 sentimeter, diameter pangkal tangkai bunga lebih 5 milimeter. Sedangkan kelas dua dan tiga untuk konsumen rumah tangga, florits menengah dan dekorasi massal. Kelas ini panjang tangkai bunga kurang dari 70 sentimeter dan diameter pangkal tangkai bunga kurang dari 5 milimeter.

Analisa Ekonomi
Perkiraan analisa budidaya tanaman krisan seluas 0,5 hektar, dengan jarak tanam 10x10 sentimeter, biaya dan keuntungan dapat diasumsikan perhitungannya secara sederhana seperti berikut.

1. Biaya produksi
* Sewa lahan 1 tahun = Rp 1.500.000,-
* Bibit : 150.000 batang @ Rp 250,- = Rp. 37.500.000,-
* Pupuk dan kapur
- Pupuk kandang, Urea, ZA, SP-36, KCI, KN03, Kapur Pertanian, Pestisida: 150.000 x Rp 600,- = Rp 90.000.000,-
* Biaya tenaga kerja
- Penyiapan lahan, pemupukan, penanaman, dan pemeliharaan: 5 HKP @ Rp 10.000,- x 30 = Rp 1.500.000,- + 5 HKW @ Rp 8.000,- x 30 = Rp 1.200.000,-
* Biaya lain-lain (pajak, iuran, alat) = Rp 500.000,-
Jumlah biaya produksi = Rp 132.200.000,-

2. Pendapatan 150.000 tanaman @ Rp 1.000,- = Rp 150.000.000,-

3. Keuntungan = Rp 17.800.000,-

Keterangan:
HKP : Hari Kerja Pria
HKW : Hari Kerja Wanita

Sumber :
http://dongengdalam.blogspot.com

Kamis, 29 November 2012

BETERNAK AYAM ARAB DAN PELUANG BISNISNYA

BETERNAK AYAM ARAB DAN PELUANG BISNISNYA
Peluang usaha dari beternak ayam arab - Ayam Arab memang agak kurang dikenal orang bahkan lebih cenderung dihubungkan dengan ayam kampung biasa dimana pertumbuhannya lambat, kerdil, banyak makan dan dagingnya berwarna hitam. Mayoritas peternak ayam kampung sering mengeluhkan hal tersebut meski sejatinya ayam arab memiliki keunggulan-keunggulan lain yang jarang nampak akibat citranya yang kurang baik di masyarakat. Sehingga penulis mencoba untuk memberikan wawasan dan wacana yang diharapkan mampu untuk mengubah paradigma mengenai peluang usaha ayam arab, yang sebenarnya memiliki nilai kelayakan usaha yang cukup mumpuni ditengah harga pullet petelur dan doc petelur yang melambung tinggi harganya.tipspetani

Ayam Arab jika dilihat dari asal bahasanya cenderung seperti ayam yang berasal dari daerah semenanjung arab, karena frasa kedua menunjukkan nama daerah atau nama tempat. Akan tetapi hingga saat ini kami belum bisa memastikan asal muasal sejarah ayam arab yang sesuai dengan literatur yang bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Berdasarkan pencarian yang kami dapat dari berbagai sumber, dinyatakan bahwa ayam arab dipercaya mampu memproduksi telur dengan kapasitas yang cukup besar jika dibandingkan dengan ayam kampung biasa,salah satu sumber menyebutkan bahwa ayam arab mampu bertelur hingga kisaran 250 butir per tahun. Warna kerabang telur bisa dikatakan mirip dengan ayam kampung kebanyakan serta ukuran telurnya pun juga sama. Sehingga seringkali kita terkecoh dengan keaslian telur ayam kampung dengan ayam arab.

Para pemerhati unggas lokal menuturkan berbagai masukan mengenai sejarah ayam arab ini. Menurut cerita, dahulu kala ayam arab banyak dipelihara oleh masyarakan di negara arab dan karena mayoritas penduduk indonesia muslim serta menunaikan haji disana maka sepulang dari tanah suci beberapa diantara mereka membeli telur-telur yang kemudian di bawa ke tanah air untuk ditetaskan. Oleh sebab itu munculah ayam arab yang sekarang ini. Pendapat yang lain menyatakan bahwa ayam arab merupakan silangan ayam belgia dengan ayam lokal indonesia yang dibawa ke indonesia oleh orang asing serta pendapat-pendapat lain yang menyatakan bahwa ayam arab merupakan silangan-silangan yang tetuanya/asal induknya sulit untuk diidentifikasi karena telah membaur dengan ayam-ayam lokal di indonesia. Pada intinya hingga saat ini belum ada penelitian tentang galur murni ayam arab di indonesia, kualitasnya masih bersifat nano-nano atau dapat dikatakan antara satu tempat dengan tempat lain masih belum seragam. Semoga kedepan anak dan cucu kita mampu menjawabnya.

Banyak dari kita yang belum mengetahui tentang peluang usaha ayam arab ini, yang paling utama yaitu produksi telurnya yang tinggi dan didukung pula dengan ukuran tubuh yang relatif kecil sehingga kebutuhan pakan cenderung lebih sedikit jika dibandingkan dengan ayam petelur biasa ataupun ayam kampung. Berdasarkan informasi di pasaran harga telur ayam arab bisa mencapai 1000-1500 rupiah perbutirnya tergantung dari lokasi dan ketersediaan stok,di supermarket akhir-akhir inipun sudah marak dijual telur ayam arab dengan harga yang cukup fantastis. Dikemas dengan wadah yang apik nan higienis sehingga mampu memanjakan para penikmat belanja di supermarket.

Pemeliharaan ayam arab petelur ini relatif mudah, biasanya umur 4,5 bulan sudah mulai bertelur. Pakan yang digunakan dari masa awal doc hingga 2 bulan biasanya dipake pakan starter BR1, kemudian setelah itu bisa disesuaikan dengan pakan self mix seperti layaknya pakan untuk ayam petelur hingga masa bertelur tiba. Kandang yang digunakan juga sama seperti ayam petelur yaitu model battery,ayam arab dikandangkan satu demi satu. Sama halnya dengan ayam jenis petelur lainnya, ayam arab cukup sensitif dengan respon pakan, jika kualitas pakan rendah sangat mudah sekali baginya untuk stress dan mengalami penurunan produksi. Sehingga menejemen pakan dalam ternak ayam arab haruslah cukup diberikan perhatian. Tak hanya itu, hal-hal lain yang krusial mengenai kesehatan, sanitasi, dan berbagai feed additif perlu diperhatikan guna mendapatkan hasil yang maksimal. Semoga bermanfaat bagi yang ingin memulai usaha ternak ayam arab petelur.

Kamis, 15 November 2012

BUDIDAYA BUNGA DAN BERBISNIS BUNGA

BUDIDAYA BUNGA DAN BERBISNIS BUNGA

Berbisnis bunga merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan. Karena bunga sudah mulai banyak peminatnya. Harganya pun ada yang murah ada juga yang mencapai puluhan juta rupiah, tergantung jenis bunganya. Nah namun hal ini akan sengat menguntngkan jika kita pandai dalam merawat bunga.http://tipspetani.blogspot.com/

Bunga Segar dapat tumbuh mekar bila kita rajin merawatnya. Perawatan ini tidak hanya disiram dengan air saja tetapi membutuhkan perawatan yang lebih jika bunga ingin tetap mekar, indah dan tidak layu. Berikut ini cara-cara merawat Bunga Segar:

Bunga dalam pot atau vas
· Bersihkan dahulu pot atau vas bunga (Florist), karena pot atau vas harus dalam keadaan bersih

· Jika bunga ingin ditanam dalam pot, masukkan tanah dan pupuk secukupnya agar tanaman tumbuh dan berbunga. Sedangkan vas bunga hanya diisi air bersih untuk merendam bunga.
· Menyiramnya dengan air.Akan lebih bagus jika menyiramnya dengan air hangat.
· Memotong ujung batang tanaman sampai runcing agar air meresap pada tanaman melalui batang.

· Hindarkan Florist Bunga dari panas atau sinar matahari secara langsung supaya bunga (Florist) tidak cepat layu atau mati. Sinar matahari yang bagus untuk tanaman bunga yaitu antara pukul 7 pagi sampai 11 siang. Setelah itu bunga sebaiknya dipindahkan ke tempat yang lebih teduh.http://tipspetani.blogspot.com/

· Pindahkan letak daun apabila menyentuh permukaan air yang ada dalam vas bunga untuk menghindari berkembangnya bakteri dalam vas.
· Penyiraman bunga (Bunga Kering) sebaiknya dilaku kan setiap hari, pada pagi atau sore hari.

Kebun bunga
Dalam membuat kebun atau taman bunga, pastikan kita mendapatkan tanah yang subur untuk menanam tumbuhan atau bunga. Tanah yang subur bisa dihasilkan bila diberikan pupuk yang cukup, seperti pupuk kompos. Selain itu jangan biarkan rumput-rumpur liar tumbuh di kebun (Florist Decoration).

Kedalaman tanah juga perlu diperhatikan dalam menanam tumbuhan atau tanaman Florist Bunga. Tanaman yang ditanam harus pada kedalaman yang tepat, yaitu tidak terlalu dalam maupun terlalu ke permukaan tanah, agar bisa mendapatkan pengairan yang sempurna (Bunga Kering).
Pengairan atau penyiraman bunga adalah hal yang penting dalam merawat kebun bunga, agar bunga selalu tumbuh mekar dan indah serta tanah kebun tetap subur. Sebaiknya kebun disiram setiap hari, pagi atau sore. Supaya pengairan dapat dilakukan secara maksimal, kita dapat menggunakan selang air untuk menyiram kebun (Florist Decoration). Tetapi perlu diperhatikan kuantitas airnya, yaitu tidak terlalu banyak ataupun terlalu sedikit, yang penting air juga harus sampai meresap ke akar. Lihat Florist Jakarta dan Bunga Jakarta.

Apabila daun atau bunga ada yang layu, sebaiknya segera dipotong karena tidak sedap dipandang mata. Selain itu, bila daun atau bunga yang layu dipotong, akan dapat menghasilkan lebih banyak bunga (Florist Decoration).

Biasanya, di mana ada bunga pasti ada serangga. Bila di kebun bunga terdapat serangga seperti kumbang, lebah dan kupu-kupu, akan dapat membantu perkembang biakkan bunga, seperti dalam proses penyerbukan. Serangga-serangga ini disebut serangga baik. Ada juga mikro organisme seperti jamur dan bakteri yang dapat digunakan sebagai pupuk kompos. Biasanya pupuk ini didapat dari kotoran hewan.

Silahkan mencoba, mungkin anda bisa mencoba dengan sekala kecil dihalam rumah anda sebagai bahan percobaan. Semoga bermanfaat.

Rabu, 24 Oktober 2012

Kisah Sukses Usaha Baby Fish

Kisah Sukses Usaha Baby Fish


Gurih , renyah dan bikin ketagihan itulah sekilas rasa olahan makanan baby fish. Sebagian orang membuat Joke, rasanya pahit….kalau berhenti mengunyah olahan baby fish. Itulah sedikit gambaran gurihnya usaha baby fish. Bagi sebagian orang mungkin masih asing dengan istilah tersebut. Pada dasarnya makanan olahan baby fish adalah makanan camilan yang dibuat dengan bahan dasar ikan yang masih kecil (bayi). Dengan tambahan tepung dan berbagai variasi olahan makanan,jadilah camilan baby fish yang menggoda dan laris manis di pasaran.

Kisah sukses bisnis baby fish ini bukan hanya isapan jempol belaka, terbukti Tri Kismiati dengan bendera usahanya Hanada Food, sukses menangkan peluang bisnis baby fish. Dengan lokasi usaha di Cibinong, Kabupaten Bogor, Haada Food semakin banyak permintaan pesanan Baby fish. Meski permintaan baby fish Hanada Food masih fluktuatif, tetapi menurut Tri setiap bulan ia menerima pesanan baby fish siap konsumsi tidak kurang dari 300 kg.
Ide Bisnis Baby Fish Dari Mudik

Awal mula Tri menekuni bisnis olahan Baby Fish ini adalah saat ia mudik, saat pulang mudik ia membawa oleh-oleh seperti keripik belut, krupuk kulit sapi, krupuk kulit kakap, dan baby fish (ikan balita) yang diberikan kepada teman-teman suaminya.

Ternyata apa yang dibawa Tri ini disambut antusias oleh teman-teman suami di pabrik dengan pemesanan yang cukup banyak, terutama produk ikan balita,” ungkap perempuan asal Solo ini. Tri menceritakan , sejak 2002, pemesanan oleh-oleh setiap pulang mudik meningkat. Akhirnya dia mempunyai ide untuk menitipkan penjualan oleh-oleh ke koperasi pabrik tempat suaminya bekerja. Seiring berjalan, ternyata perkembangannya memperlihatkan hasil dengan omzet keuntungan yang cukup bagus. Modal awalnya hanya Rp 200.000 aja. Akhirnya Tri memperluas pemasaran dengan menitipkan kepada koperasi-koperasi lain. Seperti Koperasi Kementerian Tenaga Kerja, Kabupaten Bogor, Indosat, dan restoran serta toko kue.
Membuat Olahan Baby Fish

Untuk membuat olehan makanan Baby Fish, Tri mengunakan bahan baku berupa anakan ikan mas. Anakan ikan mas tersebut ia peroleh dari Cianjur, Jawa Barat. Setiap pengiriman mencapai 100 – 200 kilogram ikan dalam bentuk sudah dibersihkan isi perutnya. “Per bulan bisa 3 – 4 kali tergantung ketersediaan ikan,” jelasnya.

Dari bahan baku 3 kilogram ikan mas balita bisa menjadi ikan balita siap konsumsi sebanyak 1 kilogram. Namun, kadang-kadang tergantung keseragaman ukuran ikan. “Produksi per bulan masih fluktuatif, karena tergantung pemesanan. Tetapi rata-rata sekali produksi 300 kilogram siap konsumsi, “ sebutnya.

Tri menjelaskan, dalam proses membuat olahan baby fish cukup mudah dan sederhana. Karena kondisi ikan dari Cianjur sudah bersih maka ikan hanya diberi bumbu, kemudian langsung digoreng. “Datangnya ikan malam hari, setelah itu disimpan di freezer, dan paginya baru ditiriskan,” ujarnya.

Keunggulan produknya dibandingkan produk lain menurut Tri adalah pada penggunaan bumbu yang lebih berkualitas. Karena itu harganya agak lebih tinggi dibandingkan produk olahan hasil perikanan dari anggota UKM lain. “Tetapi, rasanya lebih lezat dan gurih, karena saya menjaga kualitas bumbu,” sebutnya sedikit promosi. Ia menjual produk baby fish Rp 20 ribu per kemasan (80 gram).

Perkembangan yang cukup bagus bagi usaha olahan Baby Fish Hanada Food, saat ini sudah masuk ke pusat perbelanjaan modern seperti carefour di wilayah Jakarta dan Bandung. Selain itu pasar untuk olahan Baby Fish ini sudah menjangkau Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tanggerang Bekasi), Kalimantan Selatan, dan Papua. Sukses..!

Sumber:
Trobos

Peluang USaha dari Telur Asin Aneka Rasa

Peluang USaha dari Telur Asin Aneka Rasa


Hampir setiap orang sudah mengenal dan merasakan telur asin. Telur asin yang biasa dibuat dari telur bebek ini memang sesuai dengan namanya yaitu asin. Jika kita bertandang ke Kota Brebes tentu tidak akan terlepas dari makanan yang satu ini. Namun apa jadinya jika telur asin ini dibuat tidak hanya asin saja? ternyata membuat telur asin dengan aneka rasa ini menjadi peluang bisnis yang cukup menarik. Bukan hanya rasa yang tidak monoton dan bisa bervariasi namun juga inovasi bisnis yang menarik bagi para pembeli.

Pada dasarnya pembuatan telur asin merupakan salah satu upaya untuk mengawetkan telur ,karena telur memiliki sifat yang mudah rusak, baik rusak alami dan rusak secara fisik, maupun kerusakan akibat serangan mikroorganisme melalui pori-pori kulit telur. Padahal telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki rasa lezat, mudah dicerna dan bergizi tinggi. Dengan pengasinan pori-pori kulit telur akan tertutup, sehingga tidak dimasuki mikroba, disamping itu bisa mencegah air dan gas keluar dari dalam telur. Tingkat rasa asin ditentukan oleh berapa lama telur dibalut dengan media yang terdiri dari garam beryodium dan serbuk batu bata. Semakin lama prosesnya, rasa asin yang menyerappun semakin kuat.
Apa Telur Asin Aneka Rasa

Pada dasarnya Telur asin aneka rasa merupakan inovasi dalam pembuatan telur asin, dengan memberikan rasa yang beraneka ragam tidak hanya asin.Telur asin aneka rasa akan menambah variasi baru produk telur asin yang sudah ada.

Produk telur asin pada dasarnya bisa dikembangkan dalam berbagai macam aroma dan rasa, misalnya saja telur asin aroma buah, telur asin rasa seafood, rasa bawang, rasa jahe, cabe, jeruk dan lain sebagainya. Untuk Telur asin rasa buah adalah telur segar utuh yang diawetkan dengan adonan yang terdiri dari campuran serbuk batu bata dan garam beryodium yang diperam selama 7-10 hari, kemudian ditambah dengan aneka rasa buah.
Cara Membuat Telur Asin Aneka Rasa

Untuk membuat telur aneka rasa sebenarnya tidaklah sulit, hanya memerlukan sedikit ketelatenan dan kesabaran. Karena setiap detail langkah akan mempengaruhi hasil dari telur asin aneka rasa kita. Paling tidak ada 3 tahapan yang harus dilakukan untuk membuat telur asin aneka rasa yaitu pembersihan, pengasinan, dan memberikan aroma pada telur asin.
Pembersihan Telur

Tahap awal untuk membuat telur asin aneka rasa adalah melakukan pembersihan telur.Telur bebek atau itik dibersihkan dengan jalan mencuci atau dilap dengan air hangat, keringkan, lalu amplas seluruh permukaan telur agar pori-porinya terbuka sehingga rasa yang diinginkan mudah meresap. Setelah telur bebek benar-benar bersih siap untuk dilakukan tahap pengasinan.
Pengasinan Telur bebek

Sebelum telur bebek siasinkan terlebih dulu dibuat adonan bahan untuk pengasinan yang terdiri dari campuran serbuk batu bata dan garam dengan perbandingan 1:1. 3. Tambahkan pula sedikit air kedalam adonan kemudian aduk sampai adonan berbentuk pasta. Selanjutnya bungkus telur satu persatu secara merata di sekeliling permukaan telur, kira-kira setebal 1-2 mm. Setelah itu susun telur dalam baskom, dan simpan selama 7-10 hari agar rasa asin meresap pada telur.
Proses Memberikan Aroma Pada Telur

Rasa buah-buahan pada telur asin ditambahkan dengan cara disuntikkan. Gunakan sari buah-buahan asli seperti sari jeruk, mangga, atau durian yang sudah disaring sampai tidak ada butirannya. Ambil sari buah-buahan dengan jarum suntik sebanyak 3-5 ml, kemudian disuntikkan melalui bagian belakang telur yang memiliki rongga udara. Namun sebelum sari buah disuntikkan, pada ujung telur yang lain dibuatkan lubang dengan jarum suntik yang berfungsi untuk saluran keluarnya putih telur akibat tekanan cairan sari buah yang disuntikkan.
Setelah itu lubang bekas suntik ditutupi dengan selotif atau tepung kanji. Kemudian telur dikocok atau dikuncang perlahan agar hasilsuntikanmerata. Diamkan selama 3 jam agar sari buah merata keseluruh bagian telur. Selama didiamkan juga sebaiknya dikocok agar lebih cepat merata. Selanjutnya telur direbus rata-rata 20 menit sampai matang.

Telur asin rasa bawang putih, jahe dan sup/merica dibuat dengan metode pengasinan yang sama dengan proses pembuatan telur asin biasa, namun dalam campuran adonan garam beryodium dan serbuk batu bata ditambahkan bawang putih untuk rasa bawang, ditambah jahe untuk rasa jahe, atau ditambah merica untuk rasa merica/sup dengan perbandingan 1 :1 : 1. Adonan ditambah air secukupnya sampai berbentuk pasta. Telur dibungkus satu persatu dengan adonan sehingga merata. Selanjutnya telur disimpan/diperam selama 10 hari. Setelah selesai pengasinan, telur dibersihkan dari adonan lalu direbus.

Dengan pengasinan ,telur bebek akan bertahan lebih lama selain itu aneka rasa pada telur asin akan menambah nilai jual dan menarik pembeli.

BISNIS MODAL KECIL DENGAN HASIL OMSET JUTAAN

BISNIS MODAL KECIL DENGAN HSIL OMSET JUTAAN



Siapa bilang untuk sukses bisnis dengan omset puluhan juta harus memiliki modal besar. Ternyata hanya dengan modal 100 ribu rupiah bisa memiliki bisnis yang berkembang dengan pesat. Inilah yang dialami Nanik Hery, dengan bendera usaha yang diberi nama “Ud Bengkel Keriya Daun 9996″, produknya sukses menembus pasar Internasional.

Usaha Nanik terbilang cukup unik dan kreatif, usahanya berawal dari kebiasaan almarhum sang suami yang hobi mengeringkan daun dan menyelipkannya di buku, menjadi awal mula pundi-pundi uang mengalir deras ke kantongnya. Dari situ muncul beberapa ide tentang membuat suatu usaha dari olahan daun.

Usaha yang sudah dirintis sejak 9 September 1996 ini awalnya hanya bermodal seadanya. Dengan modal sebesar Rp100 ribu ternyata menjadi jalan awal usaha tersebut untuk menembus penjualan pasar internasional. “Waktu itu modalnya cuma Rp100 ribu, tapi melihat respons dari orang-orang yang begitu menyukai hasil karya kami, saya sangat bersyukur,” ungkap Nanik.

Untuk bahan bakunya sendiri tidak susah untuk menemukan dedaunan yang akan digunakan sebagai kreasinya. Jenis daun yang digunakan Nanik adalah daun yang mudah ditemukan, seperti daun kupu-kupu yang pohonnya banyak terdapat di pinggir jalan raya. Dia pun bekerjasama dengan dinas kebersihan Surabaya untuk mendapatkan jenis daun tersebut sehingga setiap harinya Nanik dapat memasok bahan bakunya tersebut.

Berkat kesuksesan usaha yang dilakukannya , kini Nanik telah memiliki toko sendiri yang berlokasi di Ngagel Mulyo XV Surabaya dengan karyawan sebanyak 14 orang. Masing-masing karyawan diberi tugas masing-masing .

http://economy.okezone.com

Usaha USAHA Ibu Rumah Tangga Menghasilkan Jutaan Rupiah


Niat baik ibu-ibu rumah tangga mempercantik pakain dan kerudung milik keluarga ternyata menjadi berkah tersendiri bagi mereka. Berangkat dari aktivitas tersebut kini para ibu itu menjadikan usaha kerajinan payet atau hiasan manik-manik sebagai bisnis yang menguntungkan. Setiap bulan usaha kerajinan manik-manik para ibu rumah tangga itu omzetnya mencapai puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah. Tidak mengherankan jika usaha ibu rumah tangga tersebut memiliki omzet yang demikian besar, karena permintaannya sudah sampai luar negeri.

Usaha kerajinan Payet yang dikelola ibu rumah tabgga di Kampung Kiarapayung, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ini memang bisa dibilang masih baru. Belum sampai satu tahun, namun pemasarannya sudah tersebar ke berbagai wilayah Indonesia dan Luar negeri. Untuk wilayah dalam negeri kerajinan payet usah rumah ibu-ibu tangga ini Pasar Tanah Abang Jakarta, Cirebon, Pulau Sumatra, dan sejumlah wilayah lainnya di Indonesia. Pasar luar negeri biasanya adalah negara-negara muslim misalnya saja Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan negara-negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Libanon, Uni Emirat Arab, Palestina, dan sejumlah negara lainnya.

Permintaan dari pasar yang begitu tinggi ini ternyata membuat para ibu ini cukup kewalahan karena kemampuan produksinya yang masih kurang. Kendala utama adalah pada masalah lama waktu untuk menghasilkan produk, untuk menghasilkan satu kerudung payet seorang pekerja memerlukan waktu lebih dari dua hari.

Usaha rumah tangga kerajinan payet ini memang bisa dibilang usaha dengan modal yang kecil. Namun memerlukan ketelatenan dan ketelitian yang tinggi. Secara teknis meski nampak mudah namun memerlukan pengalaman dan jam terbang yang tinggi. Biasanya bagi pekerja yang belum berpengalaman, hasil produksinya kurang rapi dan waktu yang diperlukan lebih lama. Namun secara teknis proses produksinya kerajinan payet hanya tinggal mengikuti gambar pola yang sudah ada.

Usaha ibu rumah tangga ini memang masih memerlukan banyak perbaikan, mengingat usianya yang masih muda. Berbagai inovasi produk harus terus dilakukan agar tetap diminati pasar. Selain itu kerajinan payet ini telah memberikan lapangan pekerjaan bagi ibu rumah tangga. Tidak heran keberhasilan usaha rumah tangga ini menjadikan kerajinan payet sebagai kerajinan industri rumahan unggulan di Desa Mekarsari.

Sumber:
http://www.tribunnews.com/2012/10/05/kreasi-ibu-rumah-tangga-tembus-mancanegara

Kamis, 04 Oktober 2012

MENJADIKAN HALAMAN PEKARANGAN MENJADI SUMBER PENGHASILAN

MENJADIKAN HALAMAN MENJADI SUMBER PENGHASILAN

Balikpapan dikenal sebagai "Kota Minyak", hal itu karena potensi alamnya yang kaya akan minyak bumi dan gas alam sehingga sejak masa penjajahan Belanda, umumnya warga memilih pekerjaan yang terkait dengan sektor perminyakan.


Kota Balikpapan yang dekat dengan laut serta strategis karena berada pada posisi silang antara Kalimantan Timur bagian selatan, timur dan utara sehingga berkembang menjadi kota dagang.

Kondisi itu menyebabkan warga Balikpapan umumnya bekerja sebagai pegawai pemerintahan, karyawan di sektor perminyakan dan pedagang.

Jarang yang berminat membuka usaha di bidang pertanian. Namun, bagi sebagian orang, justru sektor ini bisa menjadi andalan dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomian keluarganya.

Sebut saja, Musiran, salah satu petani yang awalnya memanfaatkan lahan kosong yang ia pinjam dari warga lain, yakni biasa dipanggil Pak Lebu di kawasan Manggar Baru, Balikpapan Timur, Kaltim.

Berkat keuletannya menggarap lahan terlantar itu, maka kini ia sudah memiliki lahan 6.000 M2 dengan omzet penjualan sayur-sayuran bagi sejumlah perusahaan katering di Balikpapan mencapai Rp150 juta per bulan.

Musiran adalah warga perantauan asal Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Ia datang ke Kalimantan Timur untuk bekerja pada sebuah perusahaan batu bara terbesar nasional, yakni KPC (Kaltim Prima Coal) pertengahan 1980-an.

Musiran bekerja di Unit Laboratorium di Sangatta, Kutai Timur, 300 km utara Balikpapan.Seperti umumnya pendatang, Musiran muda punya etos kerja luar biasa. 

Menghabiskan waktu di laboratorium memeriksa contoh-contoh batubara biasa dilakoninya hingga malam larut. Pekerjaannya juga rapi dan cepat selesai.

Melihat prestasinya, maka pihak manajemen akan mengirimnya ke Australia untuk mengikuti pendidikan tenaga laboratorium selama enam bulan agar lebih ahli di bidangnya.

Seharusnya, karyawan lain pasti senang mendapat beasiswa ke Negeri Kanguru itu. Namun, bagi Musiran tugas itu sangat berat mengingat istrinya baru melahirkan.

Maka ia menolak tugas ke Australia itu. Tidak cuma itu, Musiran bahkan mundur dari perusahaan dan kembali ke Balikpapan, 1986. Dua tahun ia luntang lantung tidak ada pekerjaan di Balikpapan. Keluarganya hanya hidup dengan uang pesangon dari perusahaan yang pasti terus menipis.

Lahan Kosong

Melihat sebuah lahan terlantar, terpikir olehnya untuk memanfaatkannya sebagai sebuah kegiatan usaha yang menghasilkan. Setelah mendapat ijin dari pemilik, maka ia segera menggarap lahan yang cukup landai dan berpasir itu.

Musiran menanam sawi, bayam, cabai, dan pepaya di bagian depan. Di belakang, ia mendirikan rumah permanen yang dikelilingi halaman rumput yang lapang.


Ia mengaku bahwa meski keturunan petani namun tidak bercita-cita jadi petani akan tetapi perjalanan hidupnya yang menolak tawaran perusahaan ke Australia yang merubah masa depannya.


"Waktu itu tahun 1988, saya sudah tinggal di Manggar ini. Tentu saja saat itu penduduk Balikpapan masih jarang. Ada lahan kosong milik Pak Lebu. Ini tinggal di pusat kota sana dan hanya sekali-sekali kemari periksa tanahnya. Lahannya dibiarkan begitu saja tak diurus," tuturnya.

Melihat lahan itu, maka tanpa ada kompensasi apa-apa, pemilik lahan dengan bermurah hati meminjamkan lahannya selama empat tahun. Musiran kemudian menanam sawi, bayam, kacang panjang, tomat, juga cabai, dan pepaya.

Saat menggarap lahan itu, perekonomian keluarganya dalam kondisi kritis karena uang pesangon perusahaan terus menipis.

Kala itu, bahkan ia tidak mampu membeli pupuk pabrik sehingga ia memanfaatkan kotoran ternak yang banyak di dekat lahan yang ia garaf sebagai pupuk kandang.

Selama satu tahun menjadi petani, nasibnya mulai berubah ketika seorang teman membuka usaha katering dan membutuhkan sayuran segar dalam jumlah cukup banyak.

"Alhamdulillah. Waktu itu 1989, dari memasok katering saja, sudah dapat Rp20 juta per bulan," kata Musiran.
Setelah itu, usahanya di bidang pertanian ini terus berkembang sehingga ia membeli lahan selluas 6.000 meter per segi pada 1993. Saat itu, harga tanah masih murah, yakni hanya Rp5.000-Rp10.000 per M2.

Sejak 1993 itu, usahanya tidak sekadar melayani perusahaan katering kecil namun sudah merambah ke usaha katering besar yang melayani perusahaan Migas di Balikpapan 
sehingga omzetnya dalam memasok berbagai jenis sayuran itu sudah mencapai Rp150 juta per bulan.

Kini, di Balikpapan, bukan hanya Musiran yang sukses memanfaatkan lahan pekarangan untuk bertanam sayuran namuun sejumlah warga juga melakukan usaha yang sama.
Petani lain rata-rata memiliki lahan dua hektar sudah bisa memanfaatkannya. Sebagian lahan untuk rumah dan sebagian lahan lahan pekarangan itu untuk bertanam berbagai jenis sayuran.

Pembeli tetap sayuran dari pekarangan keluarga itu kini bukan hanya perusahaan katering namun juga oleh pengelola hotel, rumah makan dan restoran di "Kota Minyak" Balikpapan.

Ternyata untuk mendapatkan rezeki, tidak mesti harus bekerja jauh dari rumah namun bisa juga halaman pekarangan rumah dapat memberi "berkah" seperti dipelopori oleh Musiran.
Redaktur: Heri Ruslan - ROL

Senin, 24 September 2012

Kekuatan Ucapan Terima Kasih dalam Bisnis

Kekuatan Ucapan Terima Kasih dalam Bisnis
“Terima kasih”, ungkapan itu mungkin sering diucapkan. Tapi tahukah Anda, di balik kata sederhana itu ternyata tersimpan potensi untuk meraih profit yang lebih besar. Tak percaya?



Menurut studi, ketika mengucapkan terima kasih kepada konsumen, pelaku bisnis telah berinventasi. Konsumen yang senang dengan pelayanan nan ramah itu biasanya akan menyimpan keinginan untuk kembali kepada Anda serta memberi tahu rekan atau orang-orang di sekelilingnya mengenai servis yang Anda terapkan tersebut. Secara otomatis, bisnis Anda telah terekomendasi dan profitpun akan datang dengan sendirinya.


Lalu, bagaimana cara efektif dan efisien dalam mengekspresikan rasa terima kasih kepada orang-orang yang telah membuat bisnis Anda sukses, termasuk pegawai,customer dan vendor? Laman Entrepreneur.com memaparkannya sebagai berikut.


Spesifik dalam mengucapkan terima kasih
“Saya sangat menghargai apa yang telah Anda lakukan hari ini. Terima kasih banyak.” Orang akan senang mendengarnya tapi hanya sekejab sebab terlalu umum dan tak jelas. Ketika Anda mengucap terima kasih, katakan dengan lebih spesifik. Sehingga orang yang menerima ucapan terima kasih itu akan terus mengenangnya.


Ucapkan rasa terima kasih kepada yang bersangkutan saat itu juga ketika ia sedang memberi kontribusi yang berarti bagi kesuksesan bisnis Anda. Misal, seorang karyawan telah berhasil mengatasi keluhan pelanggan melalui telepon dengan sangat baik. Berterimakasihlah padanya atas upaya yang telah dilakukannya.


Menghargai proses
Ungkapan terima kasih ini untuk mereka yakni konsumen, karyawan dan vendor, bukan untuk kepentingan Anda sendiri. Demikianlah, mengucap terima kasih harus didasarkan pada apa yang telah dilakukan oleh orang lain, bukan untuk keuntungan diri sendiri.


Ambil contoh karyawan yang berhasil atasi keluhan pelanggan seperti tersebut di atas. Jangan mengucapkan, “Terima kasih telah membantu saya mengatasi keluhan pelanggan.” Sebaiknya katakan, “Saya sungguh senang dengan cara Anda menangani pelanggan yang mengalami kesulitan seperti tadi. Anda benar-benar sabar dan penuh hormat.”


Intinya adalah menunjukkan bahwa Anda mengetahui kinerja atau sumbangsih seseorang terhadap kelangsungan bisnis Anda dan menerapkan cara terbaik untuk mengapresiasikannya. Hal itu merupakan sesuatu yang sangat berharga.


Gunakan cara lama
Saat ini adalah era digital. Era di mana surat elektronik, SMS, Facebook, Twitter mewabah hingga ke dunia bisnis. Praktis memang mengekspresikan rasa terima kasih melalui perangkat digital tersebut. Namun kelemahannya, efek yang dihasilkan akan terkesan biasa saja dan mudah dilupakan. Untuk memberi ekstra servis misal kepada konsumen, alih-alih menggunakan media sosial gunakanlah cara lama seperti kartu ucapan yang terbungkus rapi dengan amplop dan dikirim melalui pos, kurir atau jasa pengiriman.


Alih-alih kata terima kasih saja, luangkan waktu Anda untuk merangkai kalimat yang bisa menambah tingkat kepercayaan konsumen akan bisnis Anda, misalnya “Saya tahu Anda bisa saja berbisnis (atau membeli barang/jasa) dari perusahaan lain, tapi Anda memilih kami. Terima kasih. Kami akan menjaga hubungan bisnis ini sebaik-baiknya.”


Nah, coba implementasikan tips ini dan lihatlah apakah berpengaruh terhadap kemajuan bisnis Anda? Selamat berbisnis. (*/ely)


Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com